Monday, August 7, 2017

Mengenal Singkat Apa Itu Penilaian Kesehatan Kerja
Penilaian kesehatan kerja merupakan penilaian terhadap karyawan yang dilakukan oleh seorang konsultan yang berkualitas dalam bidang kesehatan kerja. Hal ini biasanya dilakukan oleh perawat yang berkualitas atau dokter dengan kualifikasi tambahan dalam kesehatan kerja (hiperkes). Struktur penilaian didasarkan pada konsultan yang sesuai dengan diajukan oleh manajemen perusahaan melalui formulir rujukan. Hasilnya akan dibuat laporan yang akan membantu pimpinan dalam mengelola kesehatan karyawannya di tempat kerja.


Laporan tersebut pada umumnya tidak dimaksudkan untuk tujuan pengobatan, namun mungkin memberikan pendapat atau analisa terkait suatu kondisi yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut, atau kondisi dimana pekerja bersangkutan dapat menjalani pengobatan atau terapi secara khusus dengan tepat. Sehingga didapat tujuan utamanya adalah memberi saran kepada manajemen tentang kondisi kesehatan pekerja dan membuat rekomendasi mengenai tindak lanjut apa yang dapat dipertimbangkan untuk memastikan lingkungan kerja aman dan sehat bagi pekerja. Laporan juga dibuat untuk memberikan informasi kepada manajemen dan pendapat ahli medis sehingga memungkinkan manajemen membuat keputusan selanjutnya.

Penilaian kesehatan kerja tidak khusus diberikan untuk tujuan diagnosa atau perawatan meskipu dalam beberapa kasus beberapa saran akan diberikan kepada pekerja untuk didiskusikan dengan dokter mereka sendiri.

Kapan Penilaian Kesehatan Kerja dilaksanakan ?

Tidak ada waktu terbaik untuk pas dalam menjalani penilaian kesehatan kerja. Setiap situasi dan kondisi pekerja bisa diperlakukan berbeda, sesuai dengan kebutuhan. Penilaian dapat diatur kapan saja termasuk :

*Karyawan masih bekerja : seorang karyawan mungkin akan datang ke tempat kerja dengan baik dan teratur, namun mungkin saja dapat menunjukan tanda-tanda kelelahan dan beberapa perubahan yang mungkin diperlukan untuk menjaga mereka tetap di tempat kerja dengan aman dan produktif.

*Absen jangka pendek secara reguler: Seseorang dengan absen jangka pendek bisa memperoleh manfaat dari penilaian kesehatan kerja untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang serius.

*Absen sedang atau jangka panjang : Pekerja yang memiliki cukup waktu jauh dari pekerjaan bisa dirujuk atau diutamakan untuk penilaian.

*Kembali bekerja (setelah absen) : Mungkin tepat bagi pekerja yang siap untuk kembali bekerja setelah periode absen sehingga penilaian kesehatan bisa dipadukan kembali dengan cara yang aman dan terstruktur.


Penilaian kesehatan kerja kepada pekerja biasanya cukup dilakukan satu kali, namun untuk penyakit yang lebih serius, mungkin tepat untuk dilakukan lebih dari sekali agar pekerja tetap dibawah peninjauan reguler.

Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar
Penting Untuk Diketahui, Pertanyaan dan Jawaban Terkait Penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) di Perusahaan
Pada tahun 2007, OSHA menambahkan pargraf baru pada standar yang telah ada di 29 CFR 1910. 132 tentang Alat Pelindung Diri (APD). Paragraf baru tersebut terkait pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) yang mengharuskan atasan atau pimpinan perusahaan untuk menyediakan APD yang dibutuhkan secara gratis atau tanpa biaya apapun yang dipungut dari pekerja.

Perubahan ini berlaku untuk industri umum, konstruksi, galangan kapal, stasiun kerja di longshore and marine. Pertanyaan dan jawaban berikut untuk membantu menjelaskan bagaimana persayaratan baru tersebut akan mempengaruhi terhadap pengadaan dan penggunaan APD.

sumber gambar: pip2bdiy.com

Pertanyaan (P) : Kapan aturan baru ini diberlakukan ?
Jawaban (J) : Aturan terakhir haru sudah diimplementasikan pada tanggal 15 Mei 2008. OSHA telah mengakui bahwa banyak perjanjian kerja yang menyangkut bagaimana APD tertentu yang digunakan pekerja dibeli, dibeli oleh manajemen atau pekerja sendiri. Dengan menunda tanggal efektif pemberlakukan aturan baru ini yang sekitar 6 bulan, OSHA mengizinkan ,manajemen dan pekerja untuk menegosisasikan ulang kesepakatan/perjanjian agar sesuai dengan peraturan yang baru.

P : Apa saja jenis APD yang termasuk/wajib disediakan ?
J : APD yang disyaratkan oleh standar OSHA atau penilaian bahaya di tempat kerja (1910, 132 (d)) harus disediakan oleh manajemen secara Cuma-Cuma. Contohnya termasuk item berikut ini :
Helm Safety
* Pelindung pendengaran
* Helm pengelasan
* Sarung tangan kerja
* Penjaga metatarsal (sepatu metatarsal jika penjaga metatarsal dilepas tidak diperbolehkan bekerja)
* Alas kaki khusus, seperti sepatu boot dari baja atau sepatu dengan sol tanpa slip
Safety Google, termasuk kacamata khusus yang terdapat tambahan alat respirator
* Respirator yang sesuai standar OSHA

P : Apa saja yang tidak termasuk tanggunan manajemen perusahaan?
J : Barang yang tidak termasuk dan dianggap APD atau tidak diwajibkan oleh standar OSHA. Beberapa item yang tidak termasuk meliputi:
* Pakaian atau seragam yang diapaki untuk tujuan yang tidak terkait dengan keamanan pekerja.
* Perkakas
* Kacamata pengaman sesuai resep dokter, kecuali jika atasan mewajibkan kacamata tersebut di tempat kerja
* Respirator digunakan berdasarkan sukarela 29 CFR 1910. 134.
* Sepatu pelindung non-khusus, kecuali jika manajemen mewajibkan alas kaki tersebut
* Pakaian tahan api
* Pakaian atau barang lain yang digunakan untuk perlindungan dari perubahan cuaca rutin (seperti mantel, sarung tangan, jas hujan, tabir surya)
* Penggantian APD sebagai kompensasi pekerja tersebut menghilangkan atau sengaja dirusakkan

P : Bukankah manajemen perusahaan sudah harus membayar untuk menyediakan APD ?
J : Beberapa APD tertentu berdasarkan standar OSHA, seperti perlindungan pernafasan. Paragraf baru menjelaskan manajemen perusahaan menyediakan APD secara menyeluruh dengan terdapat beberapa pengecualian pada sebagian kecil.

P : Siapa yang harus membayar APD pada karyawan kontrak ?
J : Kontraktor diwajibkan membayar untuk menyediakan APD pekerjanya

P : Apakah standar ini mengubah tipe APD yang harus digunakan ?
J : Tidak. Manajemen masih dipersilahkan untuk menentukan jenis dan tingkat APD yang sesuai untuk pekerjaan yang dilakukan, seperti yang dijelaskan pada 1910.132 (d) dan penggunaan APD masih harus memenuhi persyaratan kinerja yang berlaku seperti ANSI Z87 dan Z89. Namun, manajemen perusahaan diharapkan mampu mengevaluasi opsi pembelian APD dengan baik yang akan bermanfaat bagi investasi secara keseluruhan. Misalnya, helm pengelasan kaca yang menyala secara otomatis dan pasif sudah memenuhi standar OSHA, namun manajemen dapat memutuskan lebih menggunakan helm las yang menyala secara otomatis untuk tetap mempertahankan keuntungan produktifitas dengan penggunaan kaca pasif yang harganya lebih murah.

P : Bagaimana dengan APD yang dibeli pekerja sendiri ?
J : Jika pekerja lebih suka menggunakan APD mereka sendiri dan menajemen menyetujuinya, maka manajemen tidak harus mengganti biaya pembelian APD tersebut. Tetapi manajemen wajib memastikan bahwa APD tersebut memadai untuk pekerjaannya, termasuk cara perawatan dan sanitasinya.

P : Siapa yang harus membayar penggantian APD usang dan alat sekali pakai ?

J : Manajemen harus membayar terkait penggantian APD yang sudah usang atau rusak dan komponen APD yang sekali pakai (mis. Plat penutup helm las), kecuali jika pekerja telah kehilangan atau rusak dengan disengaja oleh pekerja maka manajemen tidak wajib membayar untuk membeli baru. 

Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar
Mengapa Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Menjadi Penting di Perusahaan?
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan upaya terakhir untuk melindungi dari kecelakaan. Penilaian resiko dan penerapan pengendalian teknik yang aman merupakan prioritas untuk dilakukan sebelum menggunakan APD. Namun, tetap saja kedua hal tersebut tidak dapat menghilangkan seluruh potensi bahaya dan tenaga kerja mungkin tetap perlu menggunakan APD untuk mngurangi resikonya. Pengusaha harus menyediakan APD yang sesuai kepada tenaga kerja secara gratis dan perlu dipilih secara hati-hati.


Penilaian resiko dalam setiap proses kerja sangatlah penting. Penilaian resiko ini dilakukan sebelum pekerjaan dimulai sehingga karyawan dapat sepenuhnya memahami seluruh resikonya. Pelatihan yang cukup terkait penggunaan dan perawatan yang tepat dari APD juga sangat penting. Tidak ada gunanya ketika penggunaan APD dilakukan dengan salah dan ceroboh. APD menjadi penting karena sebagai upaya terakhir yang dapat melindungi tenaga kerja pulang dengan selamat dari pekerjaannya tanpa menderita luka ataupun mengalami gangguan kesehatan.

Peraturan terkait APD penting untuk diketahui diantaranya adalah:
*Dinilai benar dan sesuai sebelum digunakan untuk memastikan sesuai untuk tujuannya

*Dipelihara dan disimpan dengan baik

*Dilengkapi dengan instruksi dan petunjuk bagaimana cara menggunakannya dengan aman

*Digunakan dengan benar oleh karyawan

Apa manfaat pengadaan APD ini untuk perusahaan?

1.Menghindari dan mengurangi cedera dan penyakit – APD dapat mengurangi efek cedera dan dapat mencegah kecelakaan dan cedera secara langsung. Ketidakhadiran dan waktu yang hilang akibat penyakit dan kecelakaan kerja dapat dikurangi.

2.Memenuhi kewajiban keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan peraturan dari pemerintah – untuk menghindari kecelakaan, penyelidikan dan penuntutan.

3.Pencarian dan penjagaan tenaga kerja terbaik – Pekerja yang sehat dan aman menghasilkan pekerja yang bahagia dan produktif. Menjaga pekerja tetap bahagia dalam menghasilkan produktifitas yang meningkat dengan semangat kerja yang tinggi membuat pergantian pekerja lebih rendah dan ketidakhadiran menjadi berkurang. Perusahaan yang menerapkan praktik terbaik terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (dengan APD) dapat menarik calon pekerja baru yang terbaik dengan loyalitas yang dapat meningkatkan merk dan citra positif kepada pelanggan.


4.Menghindari investigasi terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja – dengan tetap patuh, perusahaan dapat menghindari tuntutan (untuk pmanajemen dan direksi) yang meliputi denda, pembayaran kompensasi mapun biaya terkait citra bisnis yang buruk.

Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar

Wednesday, August 2, 2017

Cari Tahu Pentinganya Ergonomi di Tempat Kerja
Ketika seorang karyawan sakit atau terluka, penting bagi pihak manajemen untuk memantau orang tersebut kembali ke keadaan karyawan tersebut cukup sehat untuk dapat menjalankan pekerjaannya. Membuat lingkungan kerja seaman mungkin bagi karyawan merupakan faktor kunci untuk mendapatkan tempat kerja yang produktif. Namun, seharusnya masalah terkait penyakit atau cedera dapat diminimalkan terjadi ketika hal terkait ergonomi di tempat kerja dipertimbangkan.

sumber gambar: InstaOffice

Apa sebenarnya ergonomi itu ?

Ini semua tentang lingkungan dimana seseorang bekerja dan bagaimanan orang tersebut dapat menyelesaikan pekerjaannya. Hal tersebut termasuk alat yang digunakan oleh karyawan untuk membantu proses pekerjaannya dipertimbangkan juga dalam ergonomi. Pentingnya ergonomi di tempat kerja terletak pada kemampuan setiap karyawan untuk bekerja dalam lingkungan yang ideal untuk melakukan pekerjaannya dengan baik.

Di WebMD.com, dijelaskan bahwa perhatian terhadap ergonomi diperhatikan melalui pengaturan tempat kerja atau kantor karyawan sedemikian rupa sehingga mengurangi resiko sakit kepala, kerusakan mata, nyeri punggung, sakit leher, dan bahkan mungkin terjadi masalah pada tendon. Dalam situs tersebut juga dicatat bahwa sebagian besar cedera yang terjadi pada pekerjaan diakibatkan kegiatan yang salah (di kantor) secara berulang,seperti posisi tubuh yang buruk depan layar komputer, membungkuk dan mengangkat benda berat dengan cara yang salah.

Penerapan ergonomi yang baik dapat mencegah semua penyakit yang disebutkan diatas. Tentu ketika kesehatan karyawan terjaga dengan penerapan ergonomi yang baik, terdapat pula pihak manajemen yang lebih baik dalam membuat perusahaan lebih sukses. Di Ergo-Plus.com, Mark Middlesworth menulis bahwa “perusahaan terkemuka/besar mengintegrasikan secara mendalam ke setiap operasional perusahaan mereka” dan berikut manfaat yang diperoleh dari penerapan ergonomi yang sudah terbukti.

Ergonomi meningkatkan produktifitas. Middlesworth mencatat bahwa merancang temmpat kerja yang peduli terhadap kesehatan kerja yang baik bisa membuat karyawan bekerja lebih efisien. Menciptakan lingkungan yang memungkinkan membentuk posisi tubuh yang baik, energi yang lebih efisien, sedikit gerakan dan ketinggian yang lebih baik, menurutnya akan membantu menciptakan suasana kerja yang lebih produktif. Bagaimanapun juga sebagai sesama manusia, kita semua penting untuk berbagi kebutuhan untuk merasa nyaman, tidak peduli dimana kita berada.

Ergonomi meningkatkan kualitas. Berbicara tentang merasa nyaman, tidak ada yang suka dimana kondisi lingkungannya membuat lelah dan frustasi. Middlesworth menunjukan bahwa orang tidak bisa bekerja dengan benar saat merasakan kondisi semacam itu. “Bila beban pekerjaan terlali melelahkan secara fisik karyawan, mereka mungkin tidak melakukan pekerja seperti yang diharapkan ketika awal dilatih”. Lenjutnya, “Misalnya, seorang karyawan mungkin tidak menyekruk cukup baik karena persyaratan tempat kerja (ketinggian) yang kurang baik. Hal ini mempengaruhi kualitas produk.”

Ergonomi meningkatkan keterlibatan karyawan. Umum diketahui bahwa karyawan yang bahagia adalah karyawan yang produktif. Dan ini sering mempengaruh pekerjaannya dalam satu tim. Ketika sebuah perusahaan memperhatikan upaya untuk memastikan keselamatan dan kesehatan, kata Middlesworth, karyawan diperhatikan dengan baik dan hal ini mampu meningkatkan semangat kerja karyawan. Selain itu, tingkat moral dan energi yang tinggi pada pekerjaan membantu mengurangi ketidakhadiran.

Ergonomi menciptakan budaya keselamatan yang baik. “Ergonomi menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja sebagai nilai yang penting”. Lanjut Middlesworth, “Efek akumulasi dari manfaat sebelumnyaadalah terciptanya budaya keselamatan yang lebih kuat bagi perusahaan. Karyawan yang sehat adalah aset perusahaan yang paling berharga”. Menciptakan dan mengembangkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan akan menghasilkan kinerja yang lebih baik untuk perusahaan.


sumber: http://indep.ca/why-ergonomics-in-the-workplace-is-so-important/

Monday, July 31, 2017

Ingin Hidup Sehat di Kantor, Yuk Perimbangkan 9 Hal Ini
Perawatan kesehatan adalah topik yang selalu hangat dan industri terkait kesehatan dan kesehatan pribadi pun tidak pernah redup. Dengan semakin sadar perntingnya perawatan kesehatan, beberapa perusahaan mulai menegerti dan secara serius melakukan cara-cara untuk mempromosikan pola hidup sehat dan tindakan pencegahan agar tidak sakit kepada karyawan. Perusahaan tahu bahwa karyawan yang tetap sehat dapat memberi manfaat dalam banyak hal, diantaranya adalah lebih sedikitnya kehilangan hari kerja, produktifitas lebih besar, dan lebih sedikit terjadi stress di tempat kerja. Tetap sehat juga bagus untuk finansial perusahaan, perusahaan cukup membayar biaya sosialisasi kesehatan yang rendah dan premi asuransi yang mulai terjangkau. Hal ini membuat perusahaan sudah tercover agar tidak membayar lebih besar terkait kompensasi jika terjadi penyakit akibat kerja. Adapaun 9 praktik kehidupan sehat yang mungkin bisa dilakukan adalah sebagai berikut.
sumber gambar: cantikitunyata 
1. Cuci tangan yang lebih sering. Mencuci tangan merupakan hal mudah yang dapat dilakukan oleh setiap karyawan. Tidak ada yang namanya mencuci tangan terlalu banyak. Meskipun sudah tahu pentingnya hal ini, namun masih banyak yang menganggapnya tidak penting seperti yang seharusnya. Selalu cuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan kamar kecil, dan setelah bersin atau batuk.

2. Jaga ruang kerja tetap bersih. Meja kerja rata-rata dapat menampung ratusan kali lebih banyak daripada yang di kamar mandi. Jaga area kerja tetap rapi dan teratur. Rapikan meja kerja setiap hari selama lima atau sepuluh menit sebelum pulang kerja cukup membantu meja tetap rapi dan teratur. Jaga kebersihan dengan dilap dan dibersihkan permukaannya maupun dokumen yang ada di meja.

3. Minum lebih banyak air. Tetap terjaga dengan kebutuhan air yang sesuai dalam tubuh sangat penting untuk produktifitas, kebutuhan energi, dan kesehatan secara keseluruhann. Air dapat membantu tetap waspada dan segar, dan tentu juga dapat menjaga pemikiran tetap jernih dan fokus. Hak ini dapat dijaga dengan membeli botol air besar dan bisa disimpan di meja kerja untuk diisi ulang setiap harinya.

4.Hindari orang lain yang tidak enak badan atau terdapat gejala penyakit. Bila mungkin, hindari interaksi yang dekat dengan orang lain yang sedang dalam kondisi sakit (terutama penyakit menular). Cuci tangan diperlukan setelah bersama seseorang di tempat kerja yang sedang sakit, bersin, atau batuk. Juga sebaiknya karyawan dapat memberitahukan kepada pihak manajemen jika ada orang dikantor yang dalam kondisi sakit, karena hal ini dibutuhkan sebagai pencegahan agar tidak ada kekhawatiran untuk adanya infeksi kepada karyawan lain.

5. Makan dengan baik dan bergizi termasuk makanan ringan dan makan siang. Rencanakan makanan syang akan dimakan selama seminggu, termasuk makanan apa yang akan Anda makan pada saat jam istirahat di siang hari. Kemudian luangkan waktu di malam hari untuk menyiapkan makan siang sehat untuk hari berikutnya. Pastikan setidaknya terdapat kandungan protein tanpa lemak, sayuran segar, dan buah-buahan segar agar tetap berenergi.

6. Istirahat keluar dari tempat kerja sejenak untuk mendapatkan sinar matahari dan udara segar. Pastikan untuk mendapatkan asupan harian vitamin D dengan cara mendapatkan sinar matahari, terutama di pagi hari. Pada hari sibuk Anda di tempat kerja, penting untuk mengambil beberapa menit untuk melangkah keluar dan menghirup udara luar. Sekedar jalan-jalan di sekitar kantor atau gedung untuk sejenak menenangkan diri bisa dilakukan, tentunya dengan sepengetahuan manajemen. Meditasi atau menenangkan diri setelah menghadapi hari yang sibuk dengan menyatu dengan alam juga bisa dilakukan untuk meningkatkan nilai kesehatan Anda.

7. Makanan ringan sepanjang hari vs makan berat di siang hari. Untuk kesehatan dan mendapatkan energi yang optimal, pastikan untuk menyimpan cemilan sehat di meja kerjasehingga Anda bisa memakannya saat Anda dirasa sulit makan berat. Perhatikan atau siapkan makanan seperti buah segar, kacang-kacangan, yogurt dan keju. Pada jam-jam tertent, guka darah Anda akan cenderung turun dan membuat Anda terpaksa memilih makanan cepat saji terdekat dan makanan manis yang tersedia. Sebaiknya pada saat terjadi hal tersebut, siapkan makanan sehat atau cemilan sehat setiap dua sampai tiga jam untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

8. Batasi asupan kafein. Anda tidak dilarang untuk minum kopi, namun ingat meminumnya harus secukupnya saja. Untuk mengurangi asupan kafein, cukup dilakukan dengan meminum kopi satu cangkir setiap pagi. Anda juga bisa sangat mengurangi asupan kalori dan gula dengan meminum kopi tanpa krim dan gula (beberapa orang tidak suka hal ini, namun hal ini baik untuk kesehatan.)


9. Mengelola stres dengan benar. Sebagian karyawan sudah menjalani kehidupan bekerja yang serba cepat dengan beragam kesibukan. Akhir-akhir ini, banyak perusahaan yang menekankan karyawan untuk berbuat lebih banyak dengan cara yang lebih sedikit agar terjadi efektifitas, sehingga Anda penting untuk dapat mengelola stres dengan benar agar tetap bisa bekerja dengan sehat. Entah itu sesekali dengan ambil waktu pijat/spa, waktu bersama keluarga yang lebih berkualitas, atau sekedar membaca buku kesukaan Anda, serta tentunya lakukan hobi yang Anda suka. Pastika untuk menjaga diri Anda tetap sehat, karena kesehatan diri Anda adalah modal berharga dalam melakukan pekerjaan dengan baik dan benar.

Sunday, July 30, 2017

Membuat dan Mengembangkan Kebijakan Ketidakhadiran Karena Sakit
Untuk mengelola kehadiran dan membantu setiap karyawan memahami kebijakan dan prosedur ketidakhadiran, Manajemen perlu mengembangkan kebijakan atau aturan tentang ketidakhadiran karena sakit.
sumber gambar: AlligatorSky
Mengapa perusahaan perlu membutuhkan kebijakan ketidakhadiran karena sakit?
Semua karyawan harus tahu tentang aturan untuk perizinan karena sakit saat karyawan baru aktif di bekerja. Hal ini dilakukan untuk memahami apa yang diharapkan dari karyawan dan apa yang dapat manajemen harapkan dari karyawan.
Manajer atau atasan langsung harus dilatih untuk menerapkan peraturan ini secara adil dan konsisten. Manajer atau atasan langsung juga harus tahu bagaimana melaksanakan organisasi yang efektif agar dapat melakukan komunikasi secara baik dan wajar kepada karyawan.

Siapa yang bertanggungjawab untuk mengembangkan kebijakan atau aturan ketidakhadiran karena sakit?
Peraturan atau kebijakan ketidakhadiran bekerja, kehadiran keterlambatan ataupun cuti karena sakit dan lain hal harus dikembangkan dan dikoordinasi oleh bagian HRD ataupun Serikat Pekerja. Serikat pekerja dapat terlibat dalam pengembangan ataupun implementasi kebijakan dari manajemen terkait kehadiran. Kordinasi yang efektif antara manajemen dan karyawan secara bersama dapat membantu mengurangi ketidakhadiran dan biaya di masa depan. Manajemen juga mampu meningkatkan moral dari karyawan.

Bagaimana manajemen mengembangkan atau mengawasi sebuah kebijakan penyakit di tempat kerja?
Tidak ada format atau cara khusus yang harus diambil oleh manajemen terkait kebijakan ketidakhadiran karena sakit atau penyakit di tempat kerja, namun ada panduan yang umum diketahui dari berbagai sumber, yaitu adanya tanggung jawab pada posisi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (AK3) dan Pengawas K3 dari pemerintah.
Kebijakan atau peraturan yang dibuat nantinya akan mencakup:
*Pernyataan niat dan komitmen yang jelas dari manajemen untuk membantu karyawan semakin memahami sistem di perusahaan
* Garis besar maupun sasaran terkait peraturan dan prosedur pencatatan kehadiran
* Sosialisasi kepada karyawan agar mengetahui bagaimana melaporkan ketidakhadiran
* Informasi terbuka tentang dukungan dan bantuan yang tersedia dari perusahaan
* Tindakan tentang yang harus dilakukan sebelum dan sesudah karyawan yang tidak hadir kembali bekerja

Apa yang kebijakan atau peraturan lain yang bisa membantu mencegah ketidakhadiran?
Ada sejumlah kebijakan dan prosedur lain yang dapat dikembangkan untuk meminimalkan timbulnya penyakit di tempat kerja dan mencegah ketidakhadiran karena sakit. Kebijakan tersebut diantaranya adalah:
* Larangan merokok – perokok cenderung memiliki ketidakhadiran karena sakit lebih banyak daripada bukan perokok.
* Larangan obat-obatan sembarangan – Penggunaan obat-obatan yang tidak tepat di tempat kerja dapat menyebabkan ketidakhadiran karena sakit meningkat.dan mengurangi produktifitas.

* Larangan minuman beralkohol – hal ini diketahui bahwa minuman beralkohol dapat menyebabkan kecelakaan di tempat kerja, produktifitas rendah, menjadikan kesehatan memburuk dan akhirnya terjadi ketidakhadiran.